Tak dapatku mengelabuhimu
Wahai angin malam
Sangat sulit sebenarnya
Untuk berjalan dalam angan
Meregup dan mewujudkannya
Terkaparlah dalam sunyi
Tersesat untuk kesekian kali
Dalam hutan dalam ranjang
Dalam cerita dibalik jendela
Dik. Kenapa engkau membungkam
Saat kutanya atau bahkan
Serasa petir yang menyambar
Burung-burung berterbangan
Tak sempat berkicau dengan
Alunan-alunan nada rindu
Berhasrat dalam selimut
Terjebak dengan penderitaan
Tapi.
Tafsiranmu sungguh indah
Terlalu angkuh dalam bernuansa
Dengan peradaban yang sungguh aku resah
Tidak. Aku telah lelah dan
Sudah saatnya engkau kutelantarkan
(3.5.14)
Sangat sulit sebenarnya
Untuk berjalan dalam angan
Meregup dan mewujudkannya
Terkaparlah dalam sunyi
Tersesat untuk kesekian kali
Dalam hutan dalam ranjang
Dalam cerita dibalik jendela
Dik. Kenapa engkau membungkam
Saat kutanya atau bahkan
Serasa petir yang menyambar
Burung-burung berterbangan
Tak sempat berkicau dengan
Alunan-alunan nada rindu
Berhasrat dalam selimut
Terjebak dengan penderitaan
Tapi.
Tafsiranmu sungguh indah
Terlalu angkuh dalam bernuansa
Dengan peradaban yang sungguh aku resah
Tidak. Aku telah lelah dan
Sudah saatnya engkau kutelantarkan
(3.5.14)

0 komentar:
Posting Komentar