Tak lama kemudian engkau mendekatiku
Berbondong-bondong ketika itu
Hampir sesak nafas dalam detak jantung
Sebentar saja
Pikirku kosong karena hampa
Tanganku tak bisa lagi menulis
Walau sebenarnya aku bukan jurnalis
Sebentar saja
Tiba-tiba aku bingung dalam kesendirian
Tak mengerti apa yang harus diperlakukan
Untuk sekedar biar engkau betah tinggal dihadapan
Sebentar saja
Lalu aku mempunyai rencana dalam bimbang
Katika malam telah tengelam, kumunculkan
Matahari terbit dari timur agak keselatan
Sebentar saja
Aku telah mempunyai konsep untuk engkau
Sudihkah engkau mendengarkan lalu terjemahkan ketika aku sedang tidur karena kelelahan
Teater adalah diriku, dan engkau akan menjadi diriku, karena diriku adalah engkau
Malang, 14.10.14/22.50
0 komentar:
Posting Komentar