Rabu, 05 November 2014

AKU UNTUKMU


Sebentar saja
Tak lama kemudian engkau mendekatiku
Berbondong-bondong ketika itu
Hampir sesak nafas dalam detak jantung

Sebentar saja
Pikirku kosong karena hampa
Tanganku tak bisa lagi menulis
Walau sebenarnya aku bukan jurnalis


Sebentar saja
Tiba-tiba aku bingung dalam kesendirian
Tak mengerti apa yang harus diperlakukan
Untuk sekedar biar engkau betah tinggal dihadapan


Sebentar saja
Lalu aku mempunyai rencana dalam bimbang
Katika malam telah tengelam, kumunculkan
Matahari terbit dari timur agak keselatan

Sebentar saja
Aku telah mempunyai konsep untuk engkau
Sudihkah engkau mendengarkan lalu terjemahkan ketika aku sedang tidur karena kelelahan

Teater adalah diriku, dan engkau akan menjadi diriku, karena diriku adalah engkau


                                                                                                Malang, 14.10.14/22.50

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More