Jumat, 28 November 2014

MUNGKIN SENJA

Itu malam yang terbunuh
Siang yang meninggal
Fajar dalam semesta
Larut dalam pesona itu


Tatkala hujan turun
Kiranya bulan itu
Sekembar dengan
Nuansa gemerlapan



Karena bintang
Dalam gelap
Lebat berembun
Pagi ketika itu

Mawar itu putih
Melati juga putih
Cempaka itu kunig
Dahlia dalam merah

Itu merupakan sebuah
Perumpamaan dalam bunga
Harum semerbak namun
Kusut dalam sekejap

Tadinya aku kira
Benar benar fajar
Yang lalu telah
Mungkin ia mengenangnya

Ternyata perempuan itu
Menipuku dalam bayangan
Tersesat namun terjatuh
Malam yang kuumpakan

Lalu yang diseberang jalan
Berteriak dengan nada pelan
Ia bertanya tentang indahnya malam
Tentang warna dari bunga itu

Adakah senja datang disiang hari
Rindu dalam angan telanjang
Tanpa sehelai iris pakaian
Dengan hasrat dalam malam

Ataukah hanya ilusi
Menelantarkan malam
Merumpamakan terang
Selat diujung keinginan

Sayapun berucap lalu kujawab
Semudah itu membuat perkiraan
Tanpapun dengan berlandasan
Lalu senja itu tak kau anggap


Tanpapun aku sengaja
Perawan itu kumalamkan
Ketika malam dalalam kelabu
Tersenggan dengan senyuman

Canda gurau ketika itu
Lalu ia bercerita tentang hidupnya
Tentang indahnya pemandangan
Dengan senja yang kumaksud

Setelah bercerita panjang
Akhirnya yang kumaksud bukan senja
Hanya saja rekayasa permainan
Tak kusangka dapat kuterjemahkan



                             Malang, 28 nop 2014 /17:03

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More