Itu malam yang terbunuh
Siang yang meninggal
Fajar dalam semesta
Larut dalam pesona itu
Tatkala hujan turun
Kiranya bulan itu
Sekembar dengan
Nuansa gemerlapan
Karena bintang
Dalam gelap
Lebat berembun
Pagi ketika itu
Mawar itu putih
Melati juga putih
Cempaka itu kunig
Dahlia dalam merah
Itu merupakan sebuah
Perumpamaan dalam bunga
Harum semerbak namun
Kusut dalam sekejap
Tadinya aku kira
Benar benar fajar
Yang lalu telah
Mungkin ia mengenangnya
Ternyata perempuan itu
Menipuku dalam bayangan
Tersesat namun terjatuh
Malam yang kuumpakan
Lalu yang diseberang jalan
Berteriak dengan nada pelan
Ia bertanya tentang indahnya malam
Tentang warna dari bunga itu
Adakah senja datang disiang hari
Rindu dalam angan telanjang
Tanpa sehelai iris pakaian
Dengan hasrat dalam malam
Ataukah hanya ilusi
Menelantarkan malam
Merumpamakan terang
Selat diujung keinginan
Sayapun berucap lalu kujawab
Semudah itu membuat perkiraan
Tanpapun dengan berlandasan
Lalu senja itu tak kau anggap
Tanpapun aku sengaja
Perawan itu kumalamkan
Ketika malam dalalam kelabu
Tersenggan dengan senyuman
Canda gurau ketika itu
Lalu ia bercerita tentang hidupnya
Tentang indahnya pemandangan
Dengan senja yang kumaksud
Setelah bercerita panjang
Akhirnya yang kumaksud bukan senja
Hanya saja rekayasa permainan
Tak kusangka dapat kuterjemahkan
Malang, 28 nop 2014 /17:03
Siang yang meninggal
Fajar dalam semesta
Larut dalam pesona itu
Tatkala hujan turun
Kiranya bulan itu
Sekembar dengan
Nuansa gemerlapan
Karena bintang
Dalam gelap
Lebat berembun
Pagi ketika itu
Mawar itu putih
Melati juga putih
Cempaka itu kunig
Dahlia dalam merah
Itu merupakan sebuah
Perumpamaan dalam bunga
Harum semerbak namun
Kusut dalam sekejap
Tadinya aku kira
Benar benar fajar
Yang lalu telah
Mungkin ia mengenangnya
Ternyata perempuan itu
Menipuku dalam bayangan
Tersesat namun terjatuh
Malam yang kuumpakan
Lalu yang diseberang jalan
Berteriak dengan nada pelan
Ia bertanya tentang indahnya malam
Tentang warna dari bunga itu
Adakah senja datang disiang hari
Rindu dalam angan telanjang
Tanpa sehelai iris pakaian
Dengan hasrat dalam malam
Ataukah hanya ilusi
Menelantarkan malam
Merumpamakan terang
Selat diujung keinginan
Sayapun berucap lalu kujawab
Semudah itu membuat perkiraan
Tanpapun dengan berlandasan
Lalu senja itu tak kau anggap
Tanpapun aku sengaja
Perawan itu kumalamkan
Ketika malam dalalam kelabu
Tersenggan dengan senyuman
Canda gurau ketika itu
Lalu ia bercerita tentang hidupnya
Tentang indahnya pemandangan
Dengan senja yang kumaksud
Setelah bercerita panjang
Akhirnya yang kumaksud bukan senja
Hanya saja rekayasa permainan
Tak kusangka dapat kuterjemahkan
Malang, 28 nop 2014 /17:03

0 komentar:
Posting Komentar