Rabu, 05 November 2014

SALOK

KetikaMencintaimu Di BalikJendela
Prolog; panggung gelap kemudian lighting menyntrong kedua penari yang sudah di panggung ketika panggung terang, lalu kedua penari memulai tariannya, dengan musiknya— setelah yapenari keluar dan lighting mulai mati, panggung gelap ketika itu, lalu actor tidur diatas ranjang yang berperan sebagai muhaimini, dan lighting menyala lalu mulai menemaninya, setelahnya dia memulaikan peranya, sambil batuk2 dia meghadap keatas,,, kemudian bangun dari tidurnya sambil berdialog,

Adegan pertama:
UHUK UHUK UHUK, sambil batuk2 dia bangun dari tidurnya, lalu dia bergegas untuk segera  mengambil segels air dan menyulet sebatang rokok, yang sudah tersedia diatas meja disamping
ranjang. Kayak orang sakit dia mengekpresikannya, SAMPAI KAPAN AKU HARUS BERBENAH DIRI DALAM PENDERITAAN  YANG AMAT DAHSAT INI, SAMPAI UJUNG AKHIR LEGUK KEHIDUPAN INI ENTAH KAPAN AKU HARUS BERSANDANG DENGAN PASIR KENISTAPAAN, TAK SECUILPUN TUHAN MENGIZINKAN UNTUK KELUAR DARI KESENDIRIAN, APA YANG DAPAT AKU PERBUAT DALAM KESENDIRIAN INI, TANPA TEMAN TANPA SAHABAT TANPA KASIH DAN SAYANG,
Kisah dalam kesendirian, mengharapkan cinta dibalik jendela Inilah sekilas cerita yang kuuraikan ,,, hidup yang tak sempat aku translate mengharuskan untuk memutarnya kedalam pertunjukan ini, “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaak aaak aaaak aaam aam aam aam , bertahun-tahun menjalani kehidupan hanya berteman asap dansecangkir kopi hangat, tiap detik aku berhitung,!! Mungkin sudah waktunya mengahruskan untuk pergi dalam persahabatan ini, sudah saatnya untuk menjemput lalu dating seorang mimpi dari senja. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku resaaaah dengan keseorangan, aku muak menjalani kehidupan tanpa kasih bukan sebuah penghianatan. Sambil duduk santai dan membelakangi penonton dengan ekpresi resah dan kecewa dia memerankannya, lalu tiba-tiba dia berdiri dengan seketika sambil membelokkan tangannya kayak orang menari, dan menarilah ketika music mengiringi, musiknya slow mengiringi tariannya menghantarkan untuk dia keluar dari panggung, untuk mau bercinta dengan harapannya diatas kursi dibalik jendela itu, setelah keluar panggung, music berhenti dan lighting pun mengikuti berhenti,

Adegan kedua:
Panggung gelap dan actor kedua yang berperan seorang cewek persiapan masuk dengan propertinya sambil duduk diatas bangku yang telah tersedia didepan dinding dibalik jendela, setelah cewek itu duduk dan siap, lalu lighting menyala mengobjek pada wanita itu yang sedang duduk diatas bangku,, tiba-tiba actor pertama yaitu mhaimin masuk kembali dengan arah berlawanan setelah masuk panggung seketika meliahat wanita yang lagi duduk itu yang menurutnya cantik sekali, kayak orang gila dia melototinya dengan penuh nafsu, dia tiba-tiba dia mw mendekati dan menghampiri wanita itu tapi kayak malu-malu dia mw mendekatinya, akhirnya dia mendekatinya juga, lalu dia duduk dipinggir sebelah wanita itu sambil memakan  roti, sebuah bolpen dan selembar kertas gambar. Lalu mengajaknya dialog walaupun gk kenal. :SENDIRIAN MBAK, dijawab oleh pelacur itu IYA MEMANG SENGAJA MENYENDIRI, TANPA TEMAN TANPA DENGAN SIAPA2 Muhaimin bertanya lagi, MBAK MAU KEMANA? Pelacur menjawab KEPUNCAK GUNUNG, KETEMPAT YANG TINGGI, LEBIH TINGGI DENGAN TEMPAT INI, MENYESALI DENGAN SEGALA KELAKUAN YANG TELAH AKU PERBUAT lalu perempuan itu menangis,, muhaimin bertanya lagi MBAK KENAPA? MENANGIS perempuan itu menjawab, HAARUSKAH AKU MENJAWABNYA, PERTANYAAN YANG TELAH SEKIAN LAMA AKU RINDU MENANTINYA, SETELAH TUBUHKU HANCUR DENGAN PENUH HINA, DEMI UNTUK MEMPERTAHANKAN, UNTUK MENYAMBUNG HIDUP SEORANG MANUSIA, PANTASKAH AKU DISEBUT SEORANG MANUSIA, muhaimin bertanya lagi, LO MBAK KENAPA BERBICARA SEPERTI ITU !! APA YAN TERJADI DENGAN MBAK, perempuan menjawab, AKU INI TIDAK LEBIH DARI SEORANG SAMPAH DAN ANDA SUDAH TAU SENDIRI BETAPA KOTORNYA SEORANG SAMPAH, MENJIJIKAN DAN,,belum sempat perempuan itu berbicara lalu muhaimin memotong pembicaraannya, SSSUUHHHHH GK USAH DITERUSKAN ,, DARI AWAL SAYA DUDUK DISINI SAYA TERKESAN DENGAN TUBUH MBAK, TERKESAN DENGAN CERITA MBAK, LALU, JUSTRU DARI ITU SAYA INGIN BERKENALAN DENGAN MBAK,,lalu perempuan itu tersenyum, SULAIHA dan muhaimin bertanya, BOLEHLKAH SAYA MENGHAPUS AIR MATA YANG MENGALIR DARI KELOPAK MATA INDAH DIBAWAH ALIS TEBAL MBAK,,perempuan tersenyum lagi, muhaimin menghapuskan air matanya lalu memujinya, MBAK CANTIK YA, perempuan itu terus tersenyum setelahnya keadaan mulai romantic dan muhaimin mulai menatap mata perempuan itu, lalu dia menciumnya keadaan semakin memanas, dan tiba tiba setelah hamper mencium bibirnya, lalu perempuan itu menghilang begitu saja. Muhaimin kaget lalu dia mencari perempuan itu , SULAIHA!!  KENAPA KAMU DATANG DENGAN SEKETIKA PERGIPUN SECARA TIBA-TIBA, TUHAN ENGKAU SENGAJA MENYIKSAKU KEBINGUNGAN MENCARI CINTA, BANDIT KECIL TAK USAH KETAWA MELIHAT LAKI2 MENANGIS,AIR MATA BUKAN TANDA KELEMAHAN, TAPI KEHALUSAN JIWA dengan marah2 dia mengekpresikannya, lalu dia seakan sedih karena kehilangan, PADAHAL AKU TERBUAI DENGAN SENYUMANNYA,  SEJAK ITU PULA AKU JATUH DALAM HASRATNYA, SULAIHA AKU MENCINTAIMU, SEJAK ITU JUGA, TAK PEDULI ENGKAU PELACUR ATAU SIAPA , YANG JELAS AKU MENCINTAIMU TANPA MEMANDANG ENGKAU SIAPA? AKAN KUTEMANI ENGKAU KEPUNCAK GUNUNG BAHKAN LEBIH TINGGI DARI GUNUNG, MASIHKAH ENGKAU KEMBALI DUDUK DISEBELAHKU LAGI, TAK KAN KUSIASIAKAN LAGI KESEMPATAN ITU,, KUTUANGKAN SELURUH HASRAT DALAM JIWA INI, AKAN KUNYATANKAN CINTA DIBALIK JENDELA ITU, TAPI KUMOHON ENGKAU KEMBALI SULAIHA,, dengan sedih dia merindukan perempuan itu, seakan dia mau sakit,, lalu dia pergi untuk kembali kerumahnya dengan membawa sedih,, setelah dia keluar panggung, lalu lighting mati,
Adegan ketiga
Muhaimin masuk kembali seakan dia udah nyampek kerumahnya , tetap dengan keadaan sedih muhaimin mengespresikannya, dan lighting nyala kembali, , sambil batuk2 kayak orang yan sakit dia dirumahnya,,, lalu dia duduk diranjang kemudian lalu dia berdiri lagi untuk meminum air,MUNGKIN SUDAH NASIB YANG HARUS AKU JALANI, DENGAN TANPA MENCICIPI CINTA KASIH lalu gelas yang dipegangnya dijatuhkan, dan muhaimin jatuh keranjang,  lighting mati panggung gelap dan suara nyanyian untuk menutup pementasan tersebut,  dan sekian


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More