Lepas keningmu bagaikan malam
Anggun semerbak bunga layu
Alismu seumpama suramadu
Jalan mulus melengkung canggung
Hai nat,
Siapa engkau disebrang sana
Beraninya engkau menjadi sutradara
Lakon lawas yang tertindas, adaptasi
Naskah cerita masa yang kemudian asa
Kata-katamu mulai melambai
yang waktu adalah tangannya
Suaramu lutino yang berkicau
Terlalu merdu untuk tidak ku dengarkan
Bukan kemaren kita sempat bertemu
Akupun melirik mesra dengan cumbuan
Namun engkau menjelma angsa, angsapun
Lari seakan ketakutan dalam pengejaran
Apa yang dapat engkau simpulkan dalam
Cerita sangat singkat tak berkepanjangan
Bukan pula sudah diterjemahkan walau
Sebayang sebatas dalam perkiraan angan
hemmm,!! nat
Tak usah lah kau berpura pura
Panggung ini terlalu indah untuk pegelaran
Sutradara terbaik hanya pencipta semata
Aku dan engkau adalah ciptaannya
Naskah ini sangatlah sederhana dan
Butuh keberanian untuk memerankannya
Engkau pemain akupun juga pemain
Karena kita sama-sama pemain sandiwara
Haha!! Nat
Apa salahnya kita minta pertolongan
Rasanya tidak sama sekali dalam kesalahan
Semuga saja dipertunjukan nanti, kita berharap
Berhasil menghipnotis penonton yanh menyaksikan
Akupun senang semenanjung haru
Tak dapatpun engkau pungkiri
Kusangkapun sama sekai tidak
Pertunjukan nanti bukan rekayasa
Panggung kehidupan bukan pegelaran
Kita lihat saja aku atau engkau apa bedanya
Tidaklah lebih sekedar menikmati pertunjukan
Karena kita sama-sama pemain,Pemain sandiwara
Tertulis sajak ini dalam malam sampai pagi
Malang, 09/02/2015. 07:59
Siapa engkau disebrang sana
Beraninya engkau menjadi sutradara
Lakon lawas yang tertindas, adaptasi
Naskah cerita masa yang kemudian asa
Kata-katamu mulai melambai
yang waktu adalah tangannya
Suaramu lutino yang berkicau
Terlalu merdu untuk tidak ku dengarkan
Bukan kemaren kita sempat bertemu
Akupun melirik mesra dengan cumbuan
Namun engkau menjelma angsa, angsapun
Lari seakan ketakutan dalam pengejaran
Apa yang dapat engkau simpulkan dalam
Cerita sangat singkat tak berkepanjangan
Bukan pula sudah diterjemahkan walau
Sebayang sebatas dalam perkiraan angan
hemmm,!! nat
Tak usah lah kau berpura pura
Panggung ini terlalu indah untuk pegelaran
Sutradara terbaik hanya pencipta semata
Aku dan engkau adalah ciptaannya
Naskah ini sangatlah sederhana dan
Butuh keberanian untuk memerankannya
Engkau pemain akupun juga pemain
Karena kita sama-sama pemain sandiwara
Haha!! Nat
Apa salahnya kita minta pertolongan
Rasanya tidak sama sekali dalam kesalahan
Semuga saja dipertunjukan nanti, kita berharap
Berhasil menghipnotis penonton yanh menyaksikan
Akupun senang semenanjung haru
Tak dapatpun engkau pungkiri
Kusangkapun sama sekai tidak
Pertunjukan nanti bukan rekayasa
Panggung kehidupan bukan pegelaran
Kita lihat saja aku atau engkau apa bedanya
Tidaklah lebih sekedar menikmati pertunjukan
Karena kita sama-sama pemain,Pemain sandiwara
Tertulis sajak ini dalam malam sampai pagi
Malang, 09/02/2015. 07:59
0 komentar:
Posting Komentar