Minggu, 08 Februari 2015

PEMAIN SANDIWARA

Lepas keningmu bagaikan malam 

Anggun semerbak bunga layu 

Alismu seumpama suramadu 

Jalan mulus melengkung canggung 

Hai nat,
Siapa engkau disebrang sana
Beraninya engkau menjadi sutradara
Lakon lawas yang tertindas, adaptasi
Naskah cerita masa yang kemudian asa




Kata-katamu mulai melambai
yang waktu adalah tangannya
Suaramu lutino yang berkicau
Terlalu merdu untuk tidak ku dengarkan

Bukan kemaren kita sempat bertemu
Akupun melirik mesra dengan cumbuan
Namun engkau menjelma angsa, angsapun
Lari seakan ketakutan dalam pengejaran

Apa yang dapat engkau simpulkan dalam
Cerita sangat singkat tak berkepanjangan
Bukan pula sudah diterjemahkan walau
Sebayang sebatas dalam perkiraan angan

hemmm,!! nat
Tak usah lah kau berpura pura
Panggung ini terlalu indah untuk pegelaran
Sutradara terbaik hanya pencipta semata
Aku dan engkau adalah ciptaannya

Naskah ini sangatlah sederhana dan
Butuh keberanian untuk memerankannya
Engkau pemain akupun juga pemain
Karena kita sama-sama pemain sandiwara

Haha!! Nat
Apa salahnya kita minta pertolongan
Rasanya tidak sama sekali dalam kesalahan
Semuga saja dipertunjukan nanti, kita berharap
Berhasil menghipnotis penonton yanh menyaksikan

Akupun senang semenanjung haru
Tak dapatpun engkau pungkiri
Kusangkapun sama sekai tidak
Pertunjukan nanti bukan rekayasa

Panggung kehidupan bukan pegelaran
Kita lihat saja aku atau engkau apa bedanya
Tidaklah lebih sekedar menikmati pertunjukan
Karena kita sama-sama pemain,Pemain sandiwara

Tertulis sajak ini dalam malam sampai pagi


                                                                                           Malang, 09/02/2015. 07:59

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More