Sabtu, 19 Desember 2015

SE PAGI INI


Ke matamu pagi ini sayang

Aku berkaca, menyisir rambutku yang basah

Lipatan demi lipatan kurapikan pelan-pelan

Sedang engkau tetap terdiam menahan kedip

Dan membiarkan hembus nafasmu dengan tenang menyentuh permukaan bibir


Sepagi ini hitam matamu telah mampu kumasuki

Disitu, aku ingin jadi nelayan

Berlayar memutar harapan sepanjang ilusi

Sehitam bola matamu menyimpan misteri


Maka, sepagi ini lalu kau boleh memanggil aku lelaki paling gombal

Sebab telah kupenggal kesunyian di matamu dengan cintaku paling sakral.


Malang, 2015


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More