SE PAGI INI
Ke matamu pagi ini sayang
Aku berkaca, menyisir rambutku yang basah
Lipatan demi lipatan kurapikan pelan-pelan
Sedang engkau tetap terdiam menahan kedip
Dan membiarkan hembus nafasmu dengan tenang menyentuh permukaan bibir
Sepagi ini hitam matamu telah mampu kumasuki
Disitu, aku ingin jadi nelayan
Berlayar memutar harapan sepanjang ilusi
Sehitam bola matamu menyimpan misteri
Maka, sepagi ini lalu kau boleh memanggil aku lelaki paling gombal
Sebab telah kupenggal kesunyian di matamu dengan cintaku paling sakral.
Malang, 2015

0 komentar:
Posting Komentar